Flash-Share™
Headlines News :

Contoh BAB I Pendahuluan Project 1 LP3I

Written By Akira Yuki on Kamis, 02 Juli 2015 | 19.37

BAB I
PENDAHULUAN
                                                                                         
                                                               
1.1.        Latar Belakang Pemilihan Objek Penelitian
                                                           
Dewasa ini banyak sekali produk instan yang beredar dipasaran dengan menawarkan  berbagai macam keunggulan dan manfaatnya masing-masing. Salah satu produk yang bermain dipasar sekaligus memiliki pasar yang sangat potensial adalah air mineral. Dengan adanya persaingan antar perusahaan air minum dalam kemasan akan membuat konsumen benar-benar selektif dalam mengambil keputusan pembelian.
Secara jelas masyarakat cenderung bersikap rasional dan selektif terhadap pembelian barang yang diinginkannya baik kualitas produk maupun harganya. Disisi lain  dengan tumbuhnya pesaing-pesaianbarmaka perusahaan dituntut untuk mengambil langkah dan menerapkan strategi yang tepat untuk mempertahankan pelanggannya.
Konsumen   dalam   melakukan   rencan pembelian   dihadapkan   pada berbagai alternatif pilihan produk, tempat, harga, dan pilihan-pilihan lainnya. Oleh karena  itu  konsumen  sering  menghadapi kebingungan  dalam  memilih  produk yang bagaimana yang akan dibeli. Keputusan konsumen dalam membeli dan menggunakan produk  bukan sekedar  


karena  nilai fungsi awalnya namujuga karena nilai sosial dan emosionalnya.
Keseluruhan perubahan kondisi masyarkat secara global mengkibatkan konsumen kian selektif dan bersikap kritis terhadap semua produk dan kinerja yang dilakukan perusahaan. Diferensisasi pada tingkat produk makin sulit dilakukan. Persaingan ditingkat produk makin ketat mempersempit ruang gerak inovasi produk untuk melakukan diferensiasi. Usaha menciptakan dan mempertahankan  konsumen  yang  loyauntuk  salasatu  jalan untuk menjaga loyalitas pelanggan dapadilakukan dengamenciptakahubungan emosional antara konsumen dan produk.
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis berinisiatif membuat Media Interaktif Pengenalan AQUA Home Service untuk mempermudah dalam mengetahui informasi apa saja yang disampaikan oleh PT. Aqua Golden Mississippi Tbk.

1.2. Gambaran Objek Penelitian

PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI. Tbk bergerak dalam industri pengelolaan dan pembotolan air minum dalam kemasan. Perusahaan ini merupakan perintis dalam industri air minum dalam kemasan di Indonesia maupun di kawasan Asia Tenggara.
Keunggulan kualitas produk dan inovasi di bidang teknologi proses dan pengemasan, disertai pelayanan konsumen dengan andal dan jaringan distribusi yang luas merupakan kunci keberhasilan AQUA Keistimewaan lain dari AQUA adalah sumber bahan baku yang berasal dari sumber mata air pegunungan yang mengalir sendiri, dan sudah mengandung mineral yang seimbang.
Setiap tetes AQUA melalui 27 langkah ketat, HydroPro system untuk menjamin kemurniannya. Hal ini menjadi syarat bagi semua produk AQUA dimanapun diproduksi. pada saat ini memasarkannya dalam kemasan botol poly carbonate 5 galon (19 liter); botol PET 1500 ml, 330 ml: gelas plastic poly propylene 240 ml dan botol kaca 380 ml.

1.2.1.      Sejarah
PT. AQUA Golden Mississippi didirikan pada tahun 1973 oleh Bapak Tirto Utomo, sebagai produsen  pelopor  air  minum  dalam  kemasan  di  Indonesia.  Pabrik  pertama  didirikan  di Bekasi. Setelah beroperasi selama 30 tahun, kini AQUA memiliki 14 pabrik di seluruh Indonesia. Pada tahun 1998, AQUA (yang berada di bawah naungan PT Tirta Investama) melakukan langkah strategis untuk bergabung dengan Group DANONE, yang merupakan salah satu kelompok perusahaan air minum dalam kemasan terbesar di dunia dan ahli dalam nutrisi. Langkah ini berdampak pada peningkatan kualitas produk, market share, dan penerapan teknologi pengemasan air terkini. Di bawah bendera DANONE-AQUA, kini AQUA memiliki  lebih  dari  1.000.00titik  distribusi  yang  dapat  diakses  oleh  pelanggannya  di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1973 PT  AQUA  Golden  Mississippi  didirikan  sebagai  pioner  perusahaan  air  minum  mineral pertama di Indonesia. Pabrik pertama didirikan di Bekasi.
Pada tahun 1974 Produksi pertama AQUA diluncurkan dalam bentuk kemasan botol kaca ukuran 950 ml dari pabrik di Bekasi. Harga per botol adalah Rp.75,-
Pada tahun 1984 Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan di Jawa Timur, sebagai upaya agar lebih mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.
Pada tahun 1984 Pabrik AQUA kedua didirikan di Pandaan di Jawa Timur, sebagai upaya agar lebih mendekatkan diri pada konsumen yang berada di wilayah tersebut.
Pada tahun 1993 Menyelenggarakan program AQUA Peduli (AQUA Cares), sebagai langkah pendauran ulang boto plastik   AQU menjad materi   plasti yang   bisa   dapat   digunakan   kembali.
Pada tahun 1995 AQUA  menjadi pabrik air mineral pertama yang menerapkan sistem produksi in line di pabrik Mekarsari. Pemrosesan air dan pembuatan kemasan AQUA dilakukan bersamaan. Hasil sistem in line ini adalah botol AQUA yang baru dibuat dapat segera diisi air bersih di ujung proses produksi., sehingga proses produksi menjadi lebih higienis.
Pada tahun 1998 Penyatuan  AQUdan  grup  DANONE  padtanggal  4  September  1998.  Langkah  ini berdampak pada peningkatan kualitas produk dan menempatkan AQUA sebagai produsen air mineral dalam kemasan (AMDK) yang terbesar di Indonesia.
Pada tahun 2000 Bertepatan dengan pergantian milenium, AQUA meluncurkan produk berlabel Danone- AQUA.
Pada tahun 2001 DANONE meningkatkan kepemilikan saham di PT Tirta Investama dari 40 % menjadi 74 %, sehingga DANONE kemudian menjadi pemegang saham mayoritas AQUA Group. AQUA menghadirkan kemasan botol kaca baru 380 ml pada 1 November 2001.
Pada tahun 2002 Banjir besar yang melanda Jakarta pada awal tahun menggerakkan perusahaan untuk membantu masyarakat dan juga para karyawan AQUA sendiri yang terkena musibah tersebut. AQUA menang telak di ajang Indonesian Best Brand Award. Mulai diberlakukannya Kesepakatan Kerja Bersama [KKB 2002 - 2004] pada 1 Juni 2002.
Pada tahun 2003 Perluasan kegiatan produksi AQUA Group ditindaklanjuti melalui peresmian sebuah pabrik baru di Klaten pada awal tahun. Upaya mengintegrasikan proses kerja perusahaan melalui penerapan SAP (System Application and Products for Data Processing) dan HRIS (Human Resources Information System).
Pada tahun 2004 Peluncuran logo baru AQUA. AQUA menghadirkan kemurnian alam baik dari sisi isi maupun penampilan luarnya. AQUA meluncurkan varian baru AQUA Splash of Fruit, jenis air dalam kemasan yang diberi esens rasa buah strawberry dan orange-mango. Peluncuran produk ini memperkuat posisi AQUA sebagai produsen minuman.
Pada tahun 2005 DANONE membantu korban tsunami di ACEH. Pada tanggal 27 September, AQUA memproduksi MIZONE, minuman bernutrisi yang merupakan produk dari DANONE. MIZONE hadir dengan 2 rasa, orange lime dan passion fruit.
Dengan memiliki pengalaman lebih dari 35 tahun di bidang industri air minuman dalam kemasan, di abad 21 ini Danone Aqua melakukan suatu inovasi dengan meluncurkan produk Mizone tepatnya pada 27 September 2005. Mizone sendiri merupakan produk yang sudah dikenal di New Zealand, Australia, dan China.
Danone-Aqua melihat potensi pasar dengan memanfaatkan negara  Indonesia yang beriklim tropis dengan aktivitas  penduduk yang sehari-harinya  padat  dan sangat berpotensi dalam menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Padahal, kehilangan cairan sebesar 2% saja dapat menurunkan konsentrasi dan stamina tubuh kita. Menjawab kebutuhan tersebut, MIZONE hadir di Indonesia sebagai sebuah inovasi baru dalam kategori minuman ISOTONIK.
Dengan kandungan HYDROMAXX nya Mizone dapat menggantikan cairan tubuh yang hilang dengan mudah. Diluncurkan pertama kali di Surabaya pada tanggal 27 September 2005, Mizone hadir dalam dua rasa yaitu ORANGE LIME dan PASSION FRUIT.



1.2.2.      Struktur Organisasi

Susunan Dewan Komisaris dan Dewan Direksi PT. AQUA GOLDEN MISSISSIPPI.Tbk adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama                  : Lisa Tirto Utomo
Komisaris Independen         : R. Soekardi
Komisaris                              : Janto Utomo
Dewan Direksi
Direktur Utama                    : Willy Sidharta
Direktur                                : John Abdi
Direktur                                : Parmaningsih,SE
Komite Audit
Ketua                                                : R. Soekardi
Anggota                                : Dr. Raymond Chaspuri
Anggota                                : Drs. Purnama Sidhi
Eksekutif
Sekertaris                              : T. Yanie Setionegoro, SH, MH
Direktur Operasional            : Ir. Winnarti Dipoarto
Kepala Pabrik Bekasi           : Hendrik Pessiwarissa Diplm. Brm
Kepala Pabrik Bogor            : Asep Priadi
Kepala Pabrik Sukabumi      : Emma S. Rochman

1.2.3.      Proses Pengolahan Air Minum AQUA

PT AQUA Golden Mississipi menggunakan dua jenis sumber air sebagai bahan baku di perusahaan. AQUA memanfaatkan mata air sebagai sumber air baku untuk produk air minum dalam kemasan, sementara sumber air sumur digunakan untuk air pencucian.
1.      Pengolahan Air Baku untuk Produk
2.      AQUA berasal dari mata air pegunungan alami. Sumber air yang digunakan oleh PT AQUA Golden Missisipi berasal dari mata air di desa Mekarsari, Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat. Debit air di sini relatif stabil baik pada musim kemarau maupun penghujan. Sumber mata air yang dipilih adalah yang bebas dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik, serta jauh dari pemukiman masyarakat. Sebelum air dipindahkan ke storage dilakukan pengambilan sampel untuk diperiksa klorin, pH, turbidity, conductivity. Air dari sumber mata air disimpan dalam dua buah storage tank berkapasitas 80.000 L dan 50.000 L. Air yang memenuhi standar dapat dibongkar untuk diolah lebih lanjut.
3.      Setelah pembongkaran, dilakukan proses filtrasi. Tujuan filtrasi adalah untuk memisahkan air dari kotoran-kotoran di dalamnya. Filter terdiri dari suatu alas penyangga dari benda-benda granula untuk menghilangkan benda-benda padatan tersuspensi dair air, dan dilengkapi dengan alat untuk mempertahankan kecepatan aliran yang seragam melalui alas tersebut serta pembalikan arah aliran air secara periodik untuk mencuci padatan-padatan yang terakumulasi dari medium filter (Jenie, 1988). Pengolahan air minum dalam kemasan menggunakan penyaring dengan pasir (sand filter), penyaring karbon (carbon filter), serta mikro filtrasi. Tahapan penyaringan air dalam pengolahan AQUA sebagai berikut. Air baku dari tangki penyimpanan difiltrasi dengan sand filter, lalu air ditampung untuk kemudian melalui Cartridge 40 micron sebagai mikrofilter pertama.  Selanjutnya air melewati carbon filter yang berfungsi menyerap komponen organik. Proses selanjutnya ialah mikrofiltrasi di Cartridge 5 micron absolute dan Cartrige 1 micron.
4.      Berikutnya air memasuki tahap ozonisasi. Ozon diinjeksikan pada air dari penyaringan 1 mikron. Air kemudian masuk ke mixing tank untuk  menyatukan ozon dengan air. Ozon merupakan senyawa tidak stabil yang mudah terurai menjadi oksigen dan oksigen bebas (Nescant). Nescant secara aktif mengoksidasi air termasuk bakteri di dalamnya. Ozon mampu membunuh sel vegetatif E.coli hingga 90-99%, dan menginaktivasi virus 10-20 detik pada dosis 0,3 ppm. Standar ozon dalam mixer sebesar 0,3-0,8 ppm.  Setelah ozonisasi, air dinyatakan steril lalu dialirkan ke finish tank. Setelah itu produk dikemas dan dipak dalam crate yang kemudian siap didistribusikan.




4.1.
 Jadwal Kerja


Followers


Followers Blog

List Blog

Visitors

Site Info

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com DMCA.com W3 Directory - the World Wide Web Directory Search Engine

Histats

Info CPNS 2014


 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Flash-Share™ 2014 | SomeRight Reserved Copyright © 2014. Flash-Share™ - All Rights Reserved
Template Modified by Riefz | Flash-Share™