Pengertian Shalat Duha, Keutamaan dan Manfaatnya - Flash-Share™
Headlines News :

Home » » Pengertian Shalat Duha, Keutamaan dan Manfaatnya

Pengertian Shalat Duha, Keutamaan dan Manfaatnya

Written By Akira Yuki on Senin, 29 Juli 2013 | 00.23

Pengertian Shalat Dhuha, Keutamaan dan Manfaatnya




Pengertian Sholat Dhuha

     Dalam kamus istilah agama sholat Dhuha adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada pagi hari (07.00-11.00), paling sedikit dua reka'at, paling banyak 12 reka'at. Sedangkan pengertian sholat Dhuha menurut para pemikir Islam adalah sebagai berikut :

Menurut Abdul Manan Bin H.Muhammad Sobari adalah:

"Sholat Dhuha dikerjakan ketika matahari sedang naik, kurang lebih setinggi hasta (pukul 07.00 pagi) sampai dengan kurang lebih pukul 11.00 siang".

Menurut Drs. Sudarsono SH adalah:

"Sholat Dhuha adalah sholat pada waktu naik matahari yakni dua rekaat sekali, dua kali, tiga kali, empat kali, sesudah naik matahari, sekitar jam delapan dan sembilan pagi".

Sedangkan Menurut Sayyid Sabiq adalah:

"Sholat dhuha adalah ibadah yang di sunnatkan diwaktu matahari sudah naik kira-kira sepenggalah dan berakhir di waktu matahari lingsir, paling sedikit dua rekaat dan paling banyak dua belas rekaat".
Dari beberapa pendapat diatas dapat penulis simpulkan bahwa sholat Dhuha adalah shalat sunnat yang dikerjakan pada waktu matahari sedang naik (07.00 pagi) sampai dengan kurang lebih pukul 11.00 siang.

Keutamaan sholat Dhuha

Ada beberapa hadits yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha, diantaranya adalah:

a. Dari Abu Dzar ra katanya:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: يسبح على كل سلامى من احد كم صد قة, فكل تسبيحة صد قة, وكل تحميد ة صد قة, وكل تهليلة صد قة, وكل تكبيرة صد قة, وامر بالمعروف صد فة, ونهي عن المنكر صد قة, ويجزي من ذ لك ركعتان ير كعهما من الظحى. (رواه احمد ومسلم وابو داود).

Artinya: Rasulullah saw bersabda: "Hendaklah masing-masing kamu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka tiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua reka'at sholat Dhuha ". ( HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud)

b. Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari Buraidah bahwa Rasulullah saw bersabda:

فى الانسان ستون وثلاثمائة مفصل عليه ان يتصد ق عن كل مفصل منها صد قة. قالوا فمن الذى يطيق ذ لك يا رسول الله? قال: النخامة فى المسجد يد فنها اوالشئ ينحيه عن الطريق, فاان لم يقدر فركعتا الضحى تجزئ عنك. (رواه احمد وابو داود).

Artinya: Dalam diri manusia itu ada tigaratus enampuluh ruas yang setiap darinya diharuskan 
bersedekah, para sahabat bertanya: kalau begitu, siapa yang mampu melakukannya ya Rasulallah? Rasulallah saw menjawab: mengeluarkan dahak dimasjid lalu ditanamnya atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari jalan, itu juga sedekah. Tetapi kalau engkau tidak bisa, kerjakanlah dua rekaat dhuha karena dia cukup dari semua itu . (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Syaukani berkata: dua hadits diatas menunjukkan betapa besar keutamaan sholat Dhuha, betapa tinggi kedudukannya serta betapa keras syari'at menganjurkannya. Dua reakaat sholat Dhuha dapat menggantikan tigaratus enampuluh kali sedekah, oleh sebab itu hendaknya dilaksanakan secara terus menerus.Juga memberikan petunjuk agar kita memperbanyak tasbih, tahlil, tahmid, menyuruh kebaikan, melarang yang mungkar, menanam dahak di masjid, menyingkirkan setiap gangguan di jalan dan lain-lain kebaktian agar dengan demikian terpenuhilah sedekah-sedekah yang diharuskan pada setiap orang tiap harinya.

c. Dalam hadits Bukhari dan Muslim ada riwayat dari Abu Hurairah bahwa ia berkata:

او صانى خليلى بثلاث صيام ثلاثة ايام من كل شهر وركعتى الضحى وان او تر قبل ان انام.

Artinya: "Kekasihku telah berwasiat kepadaku tentang tiga hal, yaitu puasa tiga hari setiap bulan, dua reka'at sholat dhuha dan agar saya sholat witir sebelum tidur". 
Ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Turmudzi, Abu Dawud dan Nasa'i dari Nu'aim al Ghotfani dengan sanad yang baik. Adapun lafazh Turmudzi dari Rasulullah saw dari Allah Yang Maha Suci dan luhur yaitu:

 "Sesungguhnya Allah telah berfirman:" Wahai anak Adam, bersembahyanglah untukku empat rekaat pada awal siang, niscaya akan Kucukupi kebutuhanmu pada sore harinya ".

Dari uraian hadits diatas dapat diambil kesimpulan, bahwa kita sebagai anak Adam jangan sekali-kali malas mengerjakan empat rekaat pada permulaan siang, karena Allah sudah berjanji akan dicukupi kebutuhan kita pada sore harinya. Juga memberikan indikasi pada kita agar berpuasa tiga hari pada setiap bulan, mengerjakan dua rekaat Dhuha dan melakukan sholat witir sebelum tidur.

d. Hadits riwayat Bukhori dan Muslim:

وعن ام هانئ فاختة بنت ابى طالب رضىالله عنها قالت: ذ هبت الى رسول الله ص. م عام الفتح فوجد ته يغتسل فلما فرغ من غسله صلى ثمان ركعات وذ لك ضحى. (متفق عليه)

Artinya: Dari Ummu Hanik binti Abu Thalib ra, ia berkata: "pada penaklukan kota Makkah saya datang kepada Rasulullah saw. Dan saya dapatkan dia sedang mandi, beliau sholat sunnat delapan reka'at. Sholat itu adalah sholat dhuha ". 
ada satu hadits lagi yang menjelaskan tentang keutamaan sholat Dhuha sebagai berikut:

من حافضا على شفعة الضحى غفرله ذنوبه وان كانت مثل زبد البحر. (رواه ترمذى)

Artinya: Siapa saja yang dapat mengerjakan sholat dhuha dengan langgeng akan diampuni dosanya itu sebanyak buih dilaut . (HR. Turmudzi). 

 Dasar Hukum Sholat Dhuha.

Sholat dhuha itu adalah ibadah yang disunnatkan. Karena itu barang siapa yang menginginkan pahalanya, baiklah mengerjakannya dan kalau tidak, tidak ada halangan pula meninggalkannya.
Dari Abu Said ra katanya:

كان صلى الله عليه وسلم يصلى الضحى حتى نقول لا يد عها ويد عها حتى نقول لا يصليها. (رواه الترمذى وحسن)

Artinya: "Rasulullah Saw selalu bersembayang dhuha sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah menginggalkannya, ttetapi kalau sudah meninggalkan sampai-sampai kita mengira bahwa beliau tidak pernah mengerjakannya. (Di riwayatkan oleh Turmudzi yang mengganggapnya sebagai hadits hasan). 

يسن الضحى لقوله تعالى: يسبحن بالعشى والعسراق. قال ابن عباس. صلا ة العسراق صلا ة الضحى.

Artinya: Sunnat sholat dhuha, sebagaimana firman Allah yang artinya: "Mereka memaha-sucikan Allah di sore hari dan di waktu isroq." Ibnu Abbas menjelaskan: Sholat isroq adalah sholat dhuha. 

 Waktu dan Jumlah Sholat Dhuha.
Awal waktu dhuha itu adalah waktu matahari sudah naik kira-kira sepenggalah dan berakhir di waktu matahari lingsir, tetapi disunatkan mengundurkannya sampai matahari agak tinggi dan panas agak terik.
Dari Zaid bin Arqom ra katanya:

خرج النبى صلى الله عليه وسلم على اهل قباء وهم يصلون الضحى فقال: صلاة الا ؤا بين اذا رمضت الفصال من الضحى. (رواه احمد ومسلم وتر مذى).


Artinya: "Nabi Saw ke luar menuju tempat anggota quba '. Dikala itu mereka sedang sholat dhuha. Beliau lalu bersabda: "ini adalah sholat orang-orang yang sama kembali pada Allah yakni diwaktu anak-anak unta telah bangkit karena kapanasan waktu dhuha". ) Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Turmudzi).

Jumlah sholat Dhuha sedikit-dikitnya adalah dua rekaat sebagaimana tersebut dimuka dalam hadits Abu Dzar, dan sebanyak-banyaknya yang dikerjakan oleh Rasulullah adalah delapan rekaat.
Sebagian ulama berpendapat bahwa tidak ada batas jumlah rekaat sholat Dhuha. Ini adalah pendapat Abu Ja'far Thabari, Humaini dan Ruyani dari golongan Syafi'i. Dalam syarah Turmudzi, Al-Iraqi berkata: saya tidak pernah melihat seorangpun baik dalam golongan sahabat atau tabi'in yang membatasinya hanya sampai dua belas rekaat. Demikian yang disampaikan oleh Suyuthi. Said bin Manshur sewaktu ditanya: apakah sahabat Rasulallah Saw juga mengerjakan itu?. Ia menjawab: ya, diantara mereka ada yang mnegerjakan sebanyak dua belas rekaat, ada yang empat rekaat dan ada pula yang terus - menerus mengerjakan sampai tengah hari.

Diriwayatkan dari Ibrahim an-Nakh'i bahwa ada seorang yang bertanya kepada Aswad bin Yazid: "berapa rekaatlah saya harus mengerjakan sholat Dhuha? "Ia menjawab: sesuka hatimu.
Dari Ummu Hani ':

ان النبى صلى الله و سلم صلى سبحة الضحى ثما نى ركعات يسلم من كلى ركعتين. (رواه احمد داود با سناد صحيح).

Artinya: "Bahwa Nabi saw mnegrjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat dan tiap raakaat salam ". (Diriwayatkan oleh Abu Daud dengan isnad shahih).

Dari Aisyah ra katanya:

كان النبى صلى الله عليه وسلم يصلى الضحى اربع ركعات ويزيد ما شاء الله. (رواه ومسلم وابن ماجه).

Artinya: "Nabi Saw mengerjakan sholat dhuha empat rekaat dan tambahanya seberapa yang dikehendaki Allah ". (Diriwatyatkan oleh Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah).

Tata Cara Mengerjakan Shalat Dhuha

Berikut tata cara melaksanakan shalat Dhuha :
1. Berniat untuk melaksanakan shalat sunnah dhuha

أُصَلِّي سُنَّةَ الضُّحَي رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ
Ushalli Sunnatadh-Dhuha rak'ataini lillahi ta'alaa, Allahu Akbar

Artinya :

"Aku berniat shalat Sunnah Dhuha dua raka'at karena Allah Ta'alaa.

2. Raka'at pertama, Membaca surah Al-Fatihah dan membaca surah Asy-Syams (QS:91) [membaca Surah Al-Kafirun (QS:109) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha].


3. Raka'at kedua, Membaca surah Adh-Dhuha (QS:93) atau cukup dengan membaca Al-Ikhlas (QS:112) jika tidak hafal surah Adh-Dhuha.


Catatan :

Rukuk, I'tidal, Sujud, Duduk diantara dua sujud, Tasyahud dan Salam dilakukan sama sebagaimana tata cara pelaksanaan shalat fardhu.

4. Setelah shalat Dhuha bacalah Do'a.

Pada dasarnya do'a setelah shalat Dhuha dapat menggunakan do'a apapun, Do'a yang biasa dilakukan oleh Rasulullah selepas shalat Dhuha adalah :


اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ

Allahumma innad dhuhaa-a dhuha-uka, wal bahaa-a baha-uka, wal jamaala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal 'ismata 'ismatuka. Allahumma in kaana rizqii fis samaa-i fa-anzilhu, wa in kaana fil ardhi fa akhrijhu, wa in kaana mu'siron fa yassirhu, wa in kaana harooman fathohhirhu, wa in kaana ba'iidan faqorribhu, bihaqqi dhuhaa-ika, wa bahaa-ika, wa jamaalika, wa quwwatika,wa qudrotika, aatinii ma atayta 'ibaadakas shoolihiin.

Artinya :
"Ya Allah, bahwasanya waktu dhuha itu adalah waktu-Mu, dan keagungan itu adalah keagungan-Mu, dan keindahan itu adalah keindahan-Mu, dan kekuatan itu adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan itu adalah perlindungan-Mu.
Ya Allah, jika rezekiku masih di atas langit, maka turunkanlah, jika masih di dalam bumi, maka keluarkanlah, jika masih sukar, maka mudahkanlah, jika (ternyata) haram, maka sucikanlah, jika masih jauh, maka dekatkanlah, Berkat waktu Dhuha, keagungan, keindahan, kekuatan, dan kebesaran-Mu. Limpahkanlah kepada kami segala yang telah Engkau limpahkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh".
Islam sangat disiplin tentang waktu, sehingga sholat juga terbagi dalam beberapa waktu yang memungkinkan manusia untuk selalu ingat akan aktifitas dan korelasi kehidupan manusia dengan kehidupan sesudahnya. diantara waktu sholat yang bisa melatih kedisiplinan untuk selalu sadar bahwa hidup sangat bertalian erat dengan kehidupan sesudahnya adalah ketika seseorang melakukan sholat dhuha. karena pada sholat dhuha ada pendisiplinan dan penyadaran yang sangat strategis, dimana waktu sholat dhuha diatara waktu yang sangat produktif, dan merupakan waktu sangat sangat sibuk dalam aktifitas manusia. 

Sumber :  perkuliahan.com
Share this article :

1 komentar:

Followers


Followers Blog

List Blog

Visitors

Site Info

Ping your blog, website, or RSS feed for Free My Ping in TotalPing.com DMCA.com W3 Directory - the World Wide Web Directory Search Engine

Histats

Info CPNS 2014

 
█║▌│█│║▌║││█║▌│║▌║█║║▌
Flash-Share™ 2014 | SomeRight Reserved Copyright © 2014. Flash-Share™ - All Rights Reserved
Template Modified by Riefz | Flash-Share™